Perjuangan Yang Sia-sia – Ustadz Dr. Syafiq Reza Basalamah, MA.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sodara-sodara muslim saya yang dirahmati Allah Subhanallah Ta’ala. Kembali lagi saya ingin membagikan sedikit pengetahuan yang saya dapatkan dari video ceramah Ustadz Dr. Syafiq Reza Basalamah, MA. Pada ceramahnya kali ini membahas tentang “Perjuangan Yang Sia-sia”.

Baiklah langsung saja berikut penjelasan dari ceramah beliau :

Mungkin banyak diantara kita semua yang melakukan ibadah tapi hasilnya sia-sia. Dari pagi sampe sore, dzikir, sholat baca quran belum tentu diterima oleh Allah Subhanallah Ta’ala.

Allah swt berfirman dalam Surat Al Ghosiyah Ayat 1-4 :

(هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ ﴿١﴾ وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ ﴿٢﴾ عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ﴿٣﴾ تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً ﴿٤

Continue reading

Doa bagi Lisan yang Kaku – Ustadz M Abduh Tuasikal

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Teman-teman saya pengunjung blog yang dirahmati oleh Allah Subhanallah Ta’ala. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan kembali sedikit ilmu mengenai Doa Bagi Lisan yang Kaku dari ceramah Ustadz M Abduh Tuasikal.

Baiklah berikut sedikit penjelasan dari beliau :

Biasanya seseorang yang berada di depan publik untuk berbicara akan merasakan lidah dan lisannya sulit untuk mengatakannya karena grogi. Tapi kita sebagai seorang muslim jika menghadapi keadaan seperti itu maka marilah kita berdoa memohon pertolongan Allah supaya bisa mengutarakan pendapat, mengutarakan pembicaraan kita di hadapan orang banyak termasuk juga ketika menyampaikan kajian. Ada pula do’a yang di ajarkan oleh nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam. Doa ini digunakan untuk meminta agar di lapangkan hati kita, dimudahkan urusan kita dan mulut, lidah, lisan yang sulit berbicara di mudahkan oleh Allah untuk berbicara, doa tersebut adalah: Continue reading

Ceramah Singkat : Pamer Amalan di Sosmed – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sodara-sodara muslim saya pengunjung blog saya yang dirahmati Allah Subhanallah Ta’ala. Kali ini kembali lagi saya akan membagikan sedikit ilmu dari ceramah Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA. Dengan kajian yang sangat menarik, topik yang sangat mengena ketika kita melihat banyaknya fenomena sekarang yaitu “Pamer Amalan di Sosmed”. Baiklah berikut intisari dari kajian beliau :

Bagaimana sikap kita terhadap orang yang suka mengumbar amal lewat social media, wajibkah kita langsung menasehatinya, bagaimana metodenya? Sedangkan fitrah manusia yaitu jika berbuat dosa tak pengen orang lain tahu.

Kalau kita lihat kan gak ada tuh yang update status di socmed “lagi berbuat maksiat” gak ada!. Adanya kan seperti ini “ada lagi umroh, yang ada sedang hadir kajian ustadz syafiq (ada juga yang model-model kayak gitu). Continue reading

Ceramah Singkat: Hati-Hati dengan Pujian – Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sodara semuslim pengunjung blog saya yang dirahmati Allah Subhanallah wa Ta’ala. Alhamdulillah, kita bisa berjumpa kembali dalam sebuah tulisan blog yang sederhana ini tapi insyaAllah kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari ini. Ijinkanlah saya kali ini kembali membagi ilmu yang saya dapatkan dari ceramah Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc.yang berjudul “Hati-Hati dengan Pujian”. Baiklah tanpa memperpanjang lagi berikut sedikit uraian dari video ceraamah singkat beliau :

Kita dapat mengambil suatu pelajaran dari sahabat yang mulai yaitu Abu Bakar As-Shiddiq RA. Dimana beliau ini adalah orang terbaik sepeninggal Nabi kita Muhammad Salallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beliau mendapatkan suatu pujian, yaitu pujiannya adalah di hadapan dirinya. Orang-orang menyanjung dirinya. Maka apa yang beliau katakan ketika itu? Abu Bakar As-Shiddiq kemudian mengatakan :

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

Artinya : “Ya Allah engkau lebih mengetahui  keadaan diriku dari diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku dari pada mereka (yang memuji). Ya Allah, jadikan aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan. Ya Allah, ampunilah aku atas perkataan-perkataan mereka yaitu sanjungan-sanjungan mereka. Ya Allah, janganlah siksa aku dengan pujian mereka tujukan kepadaku”. Continue reading

Ceramah Singkat: Beramal Tanpa Henti – Ustadz Abu Fairuz, MA.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Teman-teman sekalian yang dirahmati Allah SWT. Kali ini saya akan kembali membagikan tulisan saya tentang sedikit ilmu yang saya dapatkan dari mendengarkan ceramah Ustadz Abu Fairuz, MA.yang berjudul “Beramal Tanpa Henti”. Dan berikut adalah penjelasan dari beliau saya catat intisarinya pada blog saya ini :

Setiap orang mukmin, hendaklah berupaya mencari jalan keselamatan bagi dirinya. Dan setiap mukmin, hendaklah senantiasa beramal dan beramal sebagai sarana untuk menyelamatkan diri daripada adzab Allah SWT.

Ustadz Abu Fairuz, MA. menceritakan pengalamannya ketika saat beliau dalam perjalanan ibadah haji menjadi penterjemah salah satu seorang syaikh. Dan saat itu pula beliau melihat bahwa seorang syaikh tersebut adalah seorang yang sudah sangat tua serta terkena penyakit pengkapuran pada kakinya. Akan tetapi Ustadz Abu Fairuz melihat betapa gigihnya syaikh tersebut dalam berdakwah mengajak manusia kepada jalan Allah. Beliau juga kagum terhadap semangat orang tua tersebut dalam berdakwah meskipun keadaannya sudah sangat tua dan kemudian suatu saat ia bertanya kepada syaikh tersebut “Ya Syaikh, bukankah anda sudah tua, bukankah anda terkena penyakit, membuat anda sulit untuk berjalan. Tapi kenapa anda begitu semangat dalam mendakwah mengajak manusia kepada Allah. Sementara wahai Syaikh, saya perhatikan sebagian dari pada da’i-da’i mereka hanya sekedar mengisi satu, dua kegiatan kemudian dia istirahat, santai. Tapi anda gak pernah istirahat wahai Syaikh… Anda gak pernah santai wahai Syaikh, Apa kiranya motivasi anda begitu kuatnya anda mendakwah kemana-mana. Padahal anda mengetahui anda telah tua dan kaki anda telah yakni menderita pengkapuran”. Continue reading